Sejarah Olahraga Panahan

Dari mana asal panahan, tidak dapat diketahui dengan pasti. Panahan merupakan senjata paling tua yang digunakan oleh manusia sejak 50.000 tahun lalu, bahkan lebih tua dari itu. Ahli Arkheologi memperkirakan dari lukisan di gua-gua yang sudah berumur 500.000 tahun, menemukan lukisan dinding yang menggambarkan penggunaan panah oleh manusia untuk melindungi dirinya dari binatang liar, dan sebagai alat untuk mencari makan. Dari lukisan tersebut, tergambar bahwa panah dipergunakan untuk berperang. 

Pertama kali turnamen/kejuaraan, lapangan dibatasi untuk menunjukkan pada penduduk dalam kondisi yang tertutup. Dalam Olympiade ke-XX di Munich, Jerman Barat yang diadakan pada musim panas tahun 1972 olahraga panahan termasuk olahraga yang memperoleh medali emas dan sudah berlangsung sejak tahun 1920. Apalagi setelah International Archery Federation (Federasi Panahan Internasional) berdiri tahun 1930, olahraga panahan menjadi lebih mudah dikendalikan.

Para pemanah potensial, kebanyakan terdiri dari anak muda. Dalam olahraga ini, banyak kemungkinan untuk mengembangkan ketangkasan memanah dalam waktu yang relatif singkat. Nation Collegiate Archery Coaches Association mempertemukan berbagai klub dan menjadi sponsor dalam berbagai kejuaraan panahan nasional, jumlah peserta telah bertambah dari 1,7 juta orang dalam tahun 1946, menjadi lebih dari 8 juta orang dalam tahun 1970. Dengan demikian, panahan telah menjadi olahraga dunia modern yang sangat popular dikalangan masyarakat

Di Indonesia terdapat organisasi yang menaungi olahraga panahan yakni PERPANI. Perpani adalah Persatuan Panahan Indonesia, perpani terbentuk pada tanggal 12 Juli 1953 di Yogyakarta atas prakarsa Sri Paku Alam VIII dan beliau menjabat sebagai Ketua Umum Perpani selama dua puluh empat tahun, dari tahun 1953 sampai dengan 1977. Indonesia menjadi anggota FITA (Federation International de Tir A ΔΉ arc) pada tahun 1959 dalam konggres di Oslo, Norwegia (Yudik Prasetyo, 2011: 1). 

Sejarah Olahraga Panahan (image : www.roystonarchery.org)


Macam-macam Gaya Dalam Olahraga Renang

Gaya renang adalah cara melakukan gerakan lengan dan tungkai, sebagai koordinasi dari kedua gerakan tersebut yang memungkinkan orang berenang maju di dalam air. Macam-macam gaya renang tersebut adalah:

a. Gaya Bebas (Free Style / Crawl)
Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air
Renang Gaya Bebas (Free Style / Crawl)


b. Gaya Dada (Breaststroke)
Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat. 
Gaya Dada (Breaststroke)


c. Gaya Punggung (Backstroke)
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung adalah gaya renang tertua yang dilombakan setelah gaya bebas.Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat ke atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan. Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam. 
Gaya Punggung (Backstroke)


d. Gaya Kupu-kupu 
Renang gaya kupu-kupu adalah sebagai gaya lanjutan, artinya para perenang untuk merenangkan gaya ini telah dapat melakukan gaya yang lain (gaya crawl atau gaya dada). Renang gaya kupu-kupu yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya kupu-kupu dolphin, yaitu gaya kupu-kupu yang menggunakan gerakan tungkai menirukan lecutan ekor ikan dolphin. Gaya ini biasa disebut gaya dolphin kick atau The Dolphin Butterfly Stroke (Kasiyo, 1980 : 15).

Gaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berenang gaya kupukupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. 

Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan, sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air. Dalam olahraga renang terdapat empat gaya yang sering diperlombakan, baik dalam tingkat regional, nasional maupun internasional yaitu gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Pada penelitian ini, penulis hanya memfokuskan renang gaya bebas (crowl) 
Gaya Kupu-kupu 

Manfaat Olahraga Renang

Renang adalah salah satu cabang olahraga yang baik untuk memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani, karena banyak melibatkan otot besar terutama otot lengan dan kaki. Renang juga digemari masyarakat umum, sebab olahraga renang juga dapat menjadi sarana hiburan, rekreasi dan juga perlombaan. Oleh karena itu, di Indonesia khususnya kota-kota besar tersedia fasilitas kolam renang, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik untuk sekedar rekreasi, kebugaran, dan prestasi.

Menurut Thomas (2003:1) olahraga renang merupakan seni olahraga air yang paling bermanfaat menyangkut kemampuan mengapung, berputar, menekuk tubuh, berputar balik, tenggelam, timbul, dan berputar di tempat dalam keadaan tanpa berat yang dapat membawa kesenangan dan juga merupakan rekreasi bagi tubuh yang kurang beres atau lelah. Manfaat olahraga renang menurut Supriyanto, (2005: 1) antara lain adalah untuk memelihara dan meningkatkan kebugaran, menjaga kesehatan tubuh, untuk keselamatan diri, untuk membentuk kemampuan fisik seperti daya tahan, kekuatan otot serta bermanfaat pula bagi perkembangan dan pertumbuhan fisik anak, untuk sarana pendidikan, rekreasi, rehabilitasi serta prestasi.

Menurut Meredith (2009:7) berenang adalah sebuah kemampuan yang sangat berharga untuk diajarkan pada anak-anak. Selain membantu mereka tetap aman, berenang juga merupakan bentuk latihan serba guna yang dapat mereka lakukan setiap saat, berenang juga merupakan kegiatan santai, seru, bersifat terapi, dan menyenangkan. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa berenang merupakan olahraga yang baik untuk dikuasai anak, karena renang mempunyai banyak manfaat. Melalui berenang, anak berkesempatan untuk mengenal dan memahami lingkungan. Melalui berenang itu pula, anak memperoleh kesempatan untuk bergerak dengan bebas. Ia mau tidak mau harus menggerakan seluruh tubuhnya untuk bisa mengapung dan bergerak. Keleluasaan itu merupakan rangsang yang luar biasa, bukan saja dari aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis.
Manfaat Olahraga Renang

Latihan Sepakbola Lebih Menyenangkan dengan Small Sided Games

Small Sided Games merupakan salah satu bentuk latihan sepakbola yang sedang berkembang pada saat ini. Small sided games adalah suatu bentuk latihan permainan sepakbola dengan jumlah pemain disesuaikan dengan luas grid yang digunakan (WCCYCL, 2003: 1). Ukuran maksimal grid yang digunakan 30 x 40 yards atau 27,522 X 36,697 meter.
Iwan Setyawan (2004: 6) mengemukakan latihan Small Sided Games adalah suatu bentuk latihan sepakbola menggunakan lapangan yang lebih kecil dengan pemain yang lebih sedikit. Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari latihan Small Sided Games, yaitu: (1) Sentuhan terhadap bola lebih banyak, (2) Lebih disenangi pemain karena berbasis game, (3) Durasi permainan lebih lama, (4) Dapat meningkatkan keterampilan, (5) Keterlibatan pemain dalam permainan lebih banyak, dan (6) Banyak memainkan taktik bertahan dan menyerang. 
Tom Godman (2003: 2) mengemukakan beberapa alasan mengapa latihan dengan Small Sided Games perlu dikembangkan sebagai berikut: (1) Dengan lebih banyak sentuhan dengan bola, keterampilan akan meningkat, (2) Tenaga yang digunakan akan lebih efisien, (3) akan mendapatkan kesempatan bermain bola lebih, (4) Kesempatan mencetak gol lebih banyak, dan (5) Mengembangkan mental bertanding menjadi lebih kuat. 
Small sided games sangat bermanfaat bagi partisipan, banyak penelitian dan observasi telah dilakukan untuk menunjukkan bahwa anakanak mendapat kesenangan dan belajar lebih banyak dari bermain dalam small sided games dengan aturan yang disesuaikan. Data statistik mendukung keunggulan small sided games dibandingkan dengan permainan11 vs 11 (Grassroots FIFA, translate by Guntur utomo 2009 : 64). Beberapa data statistik menunjukkan bahwa : 
  1. Para pemain menyentuh bola lima kali lebih sering 4 v 4 dan 50% lebih banyak dalam 7 v 7.
  2. Para pemain 3 kali lebih sering berada dalam situasi 1 lawan 1 dalam permainan 4 v 4 dan dua kali lebih sering dalam 7 v 7. 
  3. Gol tercetak rata-rata setiap dua menit dalam 4 v 4 dan setiap 4 menit dalam 7 v 7.
  4. Penjaga gawang terlibat dalam aksi dua hingga 4 kali lebih sering dalam permainan 7 v 7 dibandingkan 11 v 11. 
  5. Bola keluar lapangan 8% dari total waktu dalam 4 v 4, 14% dalam 7 v 7 dan 34% dalam 11 v 11.  
Latihan Sepakbola Lebih Menyenangkan dengan Small Sided Games

Untuk dapat menerapkan latihan small sided games diperlukan pemahaman mengenai dosis yang akan diberikan. Adapun dosis latihan untuk setiap kelompok umur, lama latihan, dan jumlah set menurut WCCYCL (2003: 11) sebagai berikut:
Dari tabel diatas, dosis latihan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pada kelompok umur 20 tahun ke atas. Durasi latihan untuk setiap set dalam latihan small sided games adalah 4 menit dengan jumlah set antara 9 – 10 set dan recovery untuk setiap set adalah 6 menit. 
Menurut Ganesha Putera (2004: 12) latihan small sided games merupakan suatu latihan yang berkembang, dengan menyajikan situasi permainan yang membuat pemain mendapatkan penguasaan aspek teknik, taktik, dan fisik sekaligus. Latihan small sided games lebih banyak menerapkan langsung latihan fisik, teknik, dan taktik dalam sebuah permainan (games), yang berarti pemain dituntut untuk menghadapi tekanan seolah-olah dalam situasi permainan yang sesungguhnya. 
Small sided games adalah adalah permainan sepak bola dengan pemain lebih sedikit bersaing di lapangan berukuran kecil. Ini adalah permainan menyenangkan yang melibatkan pemain lebih karena pemain sedikit berbagi satu bola. Segala usia bisa bermain "small sided games", tetapi memiliki dampak pembangunan pasti pada pemain sepakbola (WCCYCL, 2003: 2). 
Penerapan latihan small sided games dalam proses latihan keterampilan dipandang mampu memberikan peningkatan penguasaan latihan yang lebih efektif, karena dengan menggunakan kotak-kotak latihan yang berukuran kecil, dan dilakukan oleh beberapa pemain akan mudah diawasi oleh pelatih. Small sided games juga merupakan suatu latihan yang menyenangkan untuk olahraga permainan dengan pemanfaatan latihan fisik dan teknik dalam bentuk permainan dengan ukuran lapangan yang diperkecil dengan jumlah pemain yang dibatasi pada ukuran tersebut. Bentuk dan ukuran lapangan didesain pada ukuran tertentu, dan pemain yang terlibat dalam jumlah tertentu, sehingga pelatih akan mampu melihat, mengobservasi dan memberikan koreksi atau evaluasi secara detail terhadap kesalahan yang terjadi.  

4 Komponen Penting Dalam Permainan Sepakbola

Permainan sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang populer di dunia, disenangi dan digemari banyak orang tua, muda, anakanak, laki-laki bahkan wanita. Sepakbola tergolong dalam permainan invasi. Sepakbola benar benar tergolong dalam permainan beregu, walaupun keahlian individu dapat digunakan dalam saat-saat tertentu (Joseph A Luxbacher, 2011: 11). Sedangkan menurut Sucipto (2000: 7) berpendapat bahwa sepakbola merupakan permainan beregu, masing-masing regu terdiri dari sebelas pemain, dan salah satunya penjaga gawang. Permainan ini hampir seluruhnya dimainkan dengan menggunakan tungkai, kecuali penjaga gawang yang dibolehkan menggunakan lengannya di daerah tendangan hukumannya. Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan maka dapat disimpulkan bahwa permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang menggunakan bola sepak antar kelompok atau regu yang berlawanan. Masing-masing regu sebelas orang atau disesuaikan dan dimainkan dalam waktu 2 X 45 menit. 

4 Komponen Penting Dalam Permainan Sepakbola

Menurut Timo Scheneuman (2005: 11) ada empat komponen yang saling melengkapi dalam permainan sepakbola, yaitu:
  1. Fisik, pemain yang kuat dan ulet akan memberikan keuntungan yang besar untuk tim. Sebaliknya seorang pemain yang kelelahan harus berjuang sangat berat untuk menjaga konsentrasinya dan cenderung melakukan banyak kesalahan.
  2. Teknik, semua pemain di dalam tim diharuskan memiliki kemampuan individu yang sesuai dengan posisi masing-masing. Sebagai contoh, seorang pemain tengah tentu memiliki teknik dan keahlian yang berbeda dengan seorang pemain di posisi bek luar. 
  3. Taktik, bagian ini menolong pemain agar menyatu dengan tim. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pemain yang cerdas, mampu beradaptasi dalam situasi yang berganti-ganti dalam pertandinganpertandingan yang dihadapi. 
  4. Jiwa Kebersamaan (Psychososial)Mental, manusia sering dipengaruhi oleh emosinya. Pelatih harus bisa melatih pemain untuk menggunakan emosi-emosi ini untuk keuntungan mereka dan mengarahkan emosi mereka menjadi sebuah kekuatan dan bukan kelemahan bagi mereka.

Tes Untuk Mengukur Daya Tahan Kardiovaskular

Pengukuran kardiovaskular melalui pengukuran denyut nadi dan tekanan darah dalam berbagai macam posisi dan tingkatan kerja. Orang yang mempunyai kodisi yang baik sistem peredaran darah dan pernafasannya lebih efisien daripada orang yang tidak terlatih. Dengan melakukan olahraga yang sistematis dan teratur hal ini akan mempengaruhi efisiensi fungsi jantung dan pernafasan.
Telah diketahui bahwa olahragawan yang terlatih mempunyai volume denyutan yang lebih besar daripada orang yang tidak terlatih, pada saat istirahat. Hal ini disebabkan jantung seorang olahragawan lebih kuat daripada orang-orang yang tidak terlatih. Demikian pula dengan hal kapasitas vitalnya, bahwa orang yang terlatih kapasitas vitalnya jauh lebih besar dari orang yang tidak terlatih.
Denyut jantung seseorang akan meningkat disebabkan ada peningkatan kerja dari orang itu. Peningkatan denyut jantung orang yang mempunyai kondisi fisik yang kurang akan lebih cepat daripada orang yanag memiliki kondisi fisik yang baik dan terlatih.
Tes Aerobik dilakukan untuk mengetahui kebugaran kardiovaskular atau daya tahan kardiovaskular. Daya tahan kardiovaskular merupakan komponen dasar dari kondisi fisik seseorang. Daya tahan kardiovaskular (daya tahan paru jantung) merupakan komponen kebugaran yang komplek karena menyangkut fungsi jantung, paru–paru, dan kemampuan pembuluh darah dan pembuluh kapiler untuk mengirim oksigen ke seluruh bagian tubuh untuk membentuk energi guna menjaga rutinitas latihan. Dalam pengukuran tes kardiovaskular aspek yang diukur meliputi denyut nadi dan tekanan darah. Kedua aspek tersebut merupakan indikator yang menggambarkan mengenai kemampuan kardiovaskular seseorang. Dengan demikian untuk mengetahui tingkat kemampuan kardiovaskular diperlukan Tes Aerobik yaitu : 
Tes Untuk Mengukur Daya Tahan Kardiovaskular

  • Tes Harvard 
Merupakan tes pengukuran dengan naik turun bangku selama 5 menit. Digunakan untuk mengukur kardiorespirasi, yang merupakan salah satu bagian dari komponen kebugaran jasmani. Menurut Nurhasan dan cholil Hasanudin (2014: 77) Pelaksanaannya yaitu dengan menggunakan bangku dengan ukuran 20 inci (50cm), irama langkah pada waktu naik turun bangku (NTB) = 30 langkah permenit. Pada 1 langkah setiap 2 detik
  • Multistage Fitness Test (Bleep Test) 
Harsuki (2003) menyatakan prosedur pelaksanaan tes bleep adalah sebagai berikut : a. Tujuannya untuk mengukur tingkat efisiensi fungsi jantung dan paruparu yang ditunjukkan melalui pengukuran konsumsioksigen maksimum (VO2Max) b. Fasilitas dan alat: (1) Lintasan datar yang tidak licin, (2) meteran (3) kaset atau pita suara (4) kapur gamping (5) stopwatch. c. Petugas: (1) Pengukur jarak , (2) Petugas start (3) Pengawas Lintasan (4) Pencatat hasil d. Pelaksanaan: Yaitu iramanya secara bertahap dari tahap satu ketahap berikutnya frekuensinya semakin meningkat. Tes ini bersifat maksimal dan progresif, artinya cukup mudah pada permulaannya kemudian meningkat dan makin sulit menjelang saat-saat terakhir. Agar hasilnya cukup valid, peserta tes harus mengerahkan tenaga maksimal sewaktu menjalani tes inidan oleh karena itu peserta tes harus berusaha mencapai tahap setinggi mungkin sebelum menghentikan tes. Penilaian tes adalah jumlah terbanyak dari tahap dan balikan sempurna yang berhasil diperoleh dan dicatat sebagai hasil skor peserta tes

Bolavoli Mini Untuk Anak Umur 9 - 12 Tahun

Bolavoli adalah permainan yang sederhana tapi susah dipelajari. Oleh karenanya kita perlu menyesuaikan cara mengajar bagi para pemula. Bolavoli mini menyajikan sejenis bolavoli yang diselaraskan dengan kebutuhan dan kapasitas anak-anak usia 9 sampai 12 tahun sejalan dengan prinsip mengajar yang baik. Bila anak-anak mempelajari teknik bolavoli, mereka membutuhkan praktek yang sering. Dalam permainan 6 orang jumlah sentuhan bola selama bermain bagi setiap anak tidak akan mencukupi demi pengembangan yang pesat. Tingkat ketrampilan dan kemampuan fisik pada tahap awal belajar bolavoli tidaklah cukupmemadai untuk bisa melangsungkan satu pertandingan. Bola rally akan cepat mati dan para pemainnya pun jadi bosan. 
Bolavoli mini adalah cara terbaik untuk mempelajari ketrampilan dasar. Dengan cara ini tiap pemain lebih banyak menyentuh bola dan ukuran tempat bermain lebih kecil selaras bagi dasar ketrampilan ini. Anak-anak ukurang dari 12 tahun dapat ikut bermain voli. Dengan ikut bermain mreka akan mendapat kesempatan untuk mengembangkan pehatiannya pada olahraga itu kendati nilai pedagogis yang akan membimbingnya untuk menemukan dan menghargai bolavoli biasa dan mereka akan menyukainya seumur hidupnya baik sebagai pemain maupun penonton. Dengan bermain bolavoli mini anak-anak akan dapat ikut serta dalam bolavoli biasa dengan prasyarat mekanis yang optimal sehingga mencakup keseluruhan rangkaian gerak dan reaksi. Anak-anak cepat memahami teknik dan taktik elementer bolavoli. Mereka memperoleh kemampuan pokok bagi olahraga seperti: ketangkasan, ketrampilan, kemampuan melompat, tanggapan yang cepat serta mereka bisa mempelajari itu semua sewaktu mereka memainkannya
Federaton Internationale deVolley-Ball (FIVB) atau Persatuan Bolavoli Internasianol telah membuat suatu peraturan resmi bolavoli mini yang didasarkan pada jalinan pengalaman, penyelidikan dan penerbitan ilmiah dari berbagai negara. Komisi Coach FIVB menasihatkan agar seluruh federasi nasional mentrapkan peraturan tersebut. Perubahan berdasarkan kreteria nasional diperbolehkan. Umumnya peraturan bolavoli mini sama dengan peraturan bolavoli biasa, hanya terdapat beberapa hal yang ditrapkan demi kebutuhan dan kemampuan para pemula muda, maka peraturan bolavoli mini disederhanakan. Bolavoli mini bukan hanya dipergunakan sebagai perkenalan pada bolavoli bagi para pemula muda, tapi juga cocok untuk para pemula dewasa (dengan sedikit perubahan pada peraturannya, umpamanya mengenai tinggi net). Banyak pula dipakai sebagai permainan rekreasi dan untuk latihan para pemain top Memvoli bola dalam permainan Bolavoli mini berarti memantulkan atau memainkan bola di udara dengan tujuan mengarahkan bola jatuh di lapangan lawan dengan secepat mungkin. Memainkan bola dilakukan dengan sentuhan atau perkenaan pada bagian badan. Bagian badan yang boleh untuk memainkan bola sesuai aturan PBVSI yang berlaku sebelum Tahun 1995, adalah bagian badan lutut ke atas. Namun, peraturan setelah Tahun 1995 memperbolehkan seluruh bagian badan dapat memainkan bola, dengan syarat pantulan bola saat perkenaan bola bersih dan sempurna sesuai peraturan yang telah di tetapkan.
Menurut Sri Mawarti (2009 : 70-71) dalam jurnal pendidikan jasmani indonesia menyatakan bahwa permainan bolavoli mini merupakan sebuah permainan bolavoli yang diperuntukkan kepada anak sekolah dasar, atau yang setara dengannya. Pemain utama dalam permainan ini adalah 4 orang dan pemain cadangan 2 orang umur maksimal 12 tahun. Dengan ukuran lapangan sebagai berikut : 
  1. Panjang lapangan 12 meter 
  2. Lebar lapangan 6 meter 
  3. Tinggi nek untuk 2.10 meter 
  4. Tinggi net putri 2.00 meter 
  5. Panjang net 7 meter dan lebar 90 cm 
  6. Bola yang digunakan adalah nomor 4 
Sedangkan dalam buku penjasakes kelas IV dijelaskan bahwa permainan bolavoli mini merupakan bentuk modifikas dari bentuk permainan bolavoli biasa. Peraturan dan lapangan yang dipergunakan relatif lebih sederhana dan kecil
Bolavoli Mini Untuk Anak Umur 9 - 12 Tahun